Surat Peringatan Dari Leluhur!
Ramah itu Rumah Kita, Sekarang Nyaris Rubuh... Sikap dan perilaku masyarakat Indonesia yang sejak dulu sudah menjadi sebuah kebudayaan, salah satunya adalah sikap yang ramah tamah dan rukun dalam hidup sesama beragamanya. Budaya ini membuat kita saling bersilahturahmi terhadap tetangga, peduli akan kesusahan satu sama lain dan bersikap menghormati orang yang berada disekitar kita, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda.
Dulu negeri kita ini sempat menduduki peringkat pertama dalam ramah tamah (polling seven Country). Budaya keramahtamahan ini menunjukkan bahwa budaya kita sangat peduli dengan lingkungan sosialnya. Ini dicirikan dengan budaya gotong royong di desa-desa. Tapi sekarang, semuanya seperti berputar nyaris 180 derajat. Dampak globalisai merubah seluruh sudut pandang orang kita. Sampai cap ramah tamah dan rukun dalam hidup sesama luntur bahkan hampir hilang. Penasehat Katahati Indonesia Inc. Erman Soeparno mengaku sedih dengan kenyataan ini "Kalau budaya kita menyimpang dari katahati kita akhirnya kita tidak sopan, sombong, dan mau menang sendiri itu artinya kita menjadi tidak ramah. Ini menjadi kewajiban bersama untuk mengembalikan sikap dan Ramah tamah bukan berarti kita membungkukkan badan atau tubuh kita merendah, atau menyapa setiap orang dengan lembut. Ramah tamah itu ada dalam batin kita sendiri. Kalau mental penuh kesabaran, penuh kasih sayang, maka tingkah laku kitapun akan terlihat dari raut wajah kita, karena tubuh juga merupakan refleksi dari batin kita. Ramah tamah salah satu sikap terpuji, perbuatan mulia dan perkataan yang agung. Ramah tamah adalah cerminan bangsa Indonesia juga jati diri kita. Jangan biarkan budaya ini pudar digerus individualisme, egoisme, kapitalisme, dan modernisasi. Mulai dari yang termudah untuk ramah yaitu Senyum. Mulailah dengan sebuah senyuman yang datang dari hati dan hanya diberikan dengan hati. selebihnya tidak ada yang menyulitkan.
Para leluhur kita telah mewariskan budaya adiluhung yang jadi ciri budaya kita yang sangat tinggi. Budaya Keramahtamahan musti diwariskan ke anak cucu kita, sehingga kita tidak akan kehilangan identitas bangsa sendiri. Tetap bangga pada ciri khas kita sebagai bangsa yang berbudaya tinggi! Ayo bergotong-royong mengembalikan Rumah Indonesia dengan penduduk paling ramah di dunia.
Harta Karun Bangsa
Harta karun ini tak bisa diambil siapapun, karena ini adalah ciri Bangsa. Harta karun ini asli murni hasil olahan hati nurani Indonesia, sebuah GENIUS WISDOM dan dikenal di seluruh dunia dengan sebutan RAMAH TAMAH. Ini adalah sikap dan perilaku hasil tuntunan leluhur yang menjadi sebuah BUDAYA, yang jadi kebanggaan BANGSA INDONESIA dan dikagumi bangsa lain di dunia. Budaya ini membuat kita saling bersilahturahmi terhadap tetangga, peduli akan kesusahan satu sama lain dan bersikap menghormati orang lain, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda dan lingkungan hidup. Kini seolah seperti bumi terbalik 180 derajat. Globalisasi, Kapitalisme, Individualisme, dan Egoisme melunturkan bahkan hampir memusnahkan budaya Ramah Tamah itu. Menyadarinya Katahati Foundation bersama Alumni Katahati Institute dan segenap masyarakat serta komunitas yang sehati menggalang SADAR BUDAYA demi menyelamatkan Budaya Ramah yang merupakan jati diri bangsa besar bernama INDONESIA.
Untuk berpartisipasi dalam program SADAR BUDAYA - Ramah Itu Indonesia Silahkan Klik Disini >>

