Teknologi
Ikhlas®
Holistic Success
Spirituality
Enlightened Human Capital
HOLISTIC HEALTH
Nirmala
HealthyLife
Healthy Life
(September 2006)
Teknologi Ikhlas
MENGEMBALIKAN KESEMPURNAAN MANUSIA
Sempurna adalah hak ilahiah manusia. Sayang, kita sendiri telah
melupakannya sehingga kian jauh dari Tuhan.
Teknologi Ikhlas mengembalikan hak tersebut agar kita.kembali menjadi manusia
sempurna.
Semua orang tahu, Tuhan — melalui berhagai kitah suci — menyatakan bahwa
manusia adalah makhluk ciptaannya yang paling sempurna. Di dalam Al Quran
surat Al Isra ayat 70, misalnya, Dia menegaskan bahwa "... dan Kami telah
Iebihkan mereka di antara makhluk-makhluk yang telah Kami dptakan dengan
kelebihan yang sempurna."
Selain itu, dalam Kitab Bhagavad Gita, Sang Khalik juga menandaskan bahwa
manusia "... telah dibersihkan jiwanya dari segala ketidaksempurnaan, ia telah
dapat menghancurkan segala rasa ragu, ia dapat mengontrol jiwa dan akan
mengalami ketenteraman selamanya.
Dengan kata lain, sempurna adalah fitrah kita sebagai manusia. Sempurna,
adalah 'hak' kita. Harusnya, tentu saja, kita - sebagai manusia ciptaan-Nya -
percaya akan hal itu. Anehnya, kita merasa sebaliknya. Kita selalu merasa
punya banyak kekurangan: kurang bahagia, kurang sukses, kurang sehat, kurang
kaya, kurang khusuk dalam beribadah, dan lain sebagainya. Kekurangan yang
tentu saja membuat kesempurnaan kita sebagai manusia tereduksi.
Beberapa perasaan kekurangan itu akhirnya memunculkan Nafsu (sifat yang jauh
lebih rendah dari sifat Tuhan) yang mendorong manusia untuk bertindak tidak
semestinya. Merasa kurang bahagia adalah alasan manusia untuk berselingkuh,
mabuk, dan mencoba narkoba. Merasa kurang sukses mensahkan manusia berbuat
bohong, menipu, licik. Merasa kurang kaya membuat manusia mencuri dan korupsi.
Mengapa kita menjadi seperti itu? Mengapa kita semakin menjauh dari fitrah
kita? Menurut pakar self developmetit penemu "Teknologi Ikhlas", Erbe Sentanu,
semua itu terjadi karena berbagai prasangka dan pikiran negatif yang dari
waktu ke waktu tanpa disadari merasuk ke dalam hati kita. "Inilah yang
menyebabkan manusia berangsur-angsur lupa (tidak yakin atau tidak percaya lagi)
akan sifat kesempurnaan (kebaikan/kelebihan/keunggulan potensi) dirinya.
Apalagi kenyataan justru mcnunjukkan bukti dari berbagai pikiran negatif
tersebut, sehingga manusia lebih yakin akan ketidaksempurnaannya," papar Erbe.
Kita tentu masih ingat bagaimana dari waktu ke waktu kita dicekoki dcngan
paham 'Wanita itu kaum lernah", "hidup itu sulit", "menikah itu berat", "hantu
itu menyeramkan", dan sebagainya. Pemahaman-pemahaman tersebut, kata Nunu -
sapaan akrab Erbe Sentanu, mengendap ke dalam pikiran bavvah sadar, dan
lama-lama benar-benar mewujud ke dalam pengalaman hidup kita.
Teknologi Ikhlas
Untuk mengernbalikan fitrah kita sebagai makhluk paling sempurna tersebut,
Nunu telah mcndesain sebuah teknologi yang diberi nama Teknologi Iklilas. "Manusia
tak perlu disempurnakan, karena kesempurnaan sudah ada dan selalu akan menjadi
milik manusia selarnanya. Yang perlu dilakukan hanyalah menghapus berbagai
sifat ketidak-sempurnaan yang sudah terprogram di dalam hati atau bawah sadar
kita. Maka secara otomatis Anda akan kembali inerasa dan niulai menikmati
kehidupan surgawi yang penuh dengan kesempurnaan," urai Nunu.
Ikhlas adalah kompetensi tertinggi manusia yang dipedomankan oleb Tuhan agar
dimiliki setiap manusia yang berkeinginan untuk berhasil meraih kesuksesan
puncak, kesehatan optimal, dan kebahagiaan tertinggi lahir batin,
dunia-akhirat - dengan mudah. Sedangkan 'teknologi' adalah aplikasi praktis
penerapan ilmu pengetahuan untuk memudahkan berbagai tugas kehidupan manusia
sehari-hari.
Dan seperti semua teknologi, kata Nunu, Teknologi Ikhlas juga bersifat
otomatis. .Anda tidak perlu mempercayainya untuk mcmperoleh man-aatnya.
Seperti Anda tidak perlu percaya pada kinerja handphone ketika Anda akan
mengirim sms; cukup lakukan prosedurnya dengan benar dan klik send.
Jadi, dengan menerapkan prosedur teknologi ini dengan benar, apa pun keinginan
atau doa Anda dapat Anda raih dengan jauh lebih mudah. Jika Anda masih belum
nicndapatkan yang Anda inginkan berarti Anda hanya perlu menyempurnakan
prosedur keikhlasan tersebut di dalam pikiran dan hati Anda.
Step menuju ikhlas
Dalam Teknologi Ikhlas diperlukan dua upaya nntuk mengakses keikhlasan kita di
dalam hati, yaitu dengan brainwave management (meng-upgrade otak dan pikiran)
dan heartwave management (meng-upgrade jantung dan perasaan).
Brainwave management diperlukan dalam mengenali dan mengatur gelombang otak
untiik melakukan berbagai aktivitas sehingga bisa mencapai hasil yang maksimum.
Ini merupakaii jalan untuk masuk ke dalam sumber kekuatan bawah sadar sehingga
kita bisa menghapus pikiran atau kebiasaan negatif yang sudah tertanam di sana.
Heartwave management diperlukan dalam mengakses jantung dan perasaan nntuk
membuang segala bentuk nafsu kita dan mengubahnya menjadi perasaan ikhlas. Ini
pada akhirnya akan membuat proses pencapaian kesuksesan menjadi begitn
sederhana, mudah, sekaligus menenteramkan.
Intinya, jelas Nunu, kita harus terampil untuk masuk ke bawah sadar kita lalu
membongkar semua program negatif yang sudah tertanam di sana. Kemudian kita
juga harus menghilangkan semua keinginan, nafsu, kesombongan, dengki, amarah,
dan perasaan negatif lain yang bersemayam di hati dan mengubahnya menjadi
ikhlas. "Tanda-tanda ikhlas adalah kalau kita sudah bisa mengubah perasaan
negatif tersebut menjadi perasaan nyaman, daniai, cinta, syukur, dan bahagia,"
jelas Nunu.
Dengan teknologi yang mudah untuk diaplikasikan pada semua bidang/kegiatan
kehidupan ini, ujar Nunu lagi, manusia akan secara pasti mampu mengarah
kembali kepada fitrah kemuliaan dan kesempurnaannya seperti yang telah
disampaikan Tuhan.
Hasil pencarian panjang
Teknologi Ikhlas adalah hasil pencarian panjang Erbe Sentanu, pendiri Katahati
Institute—sebuah lembaga self development dan mind management— selama hampir
20 tahun. Teknologi ini merupakan
penggabungan semua kekuatan budaya Timur dan Barat, ilmu pengetahuan dan agama
yang dipelajarinya sceata langsung melalui para jenius dari berbagai bidang
dan latar belakang seperti Deepak Chopra, Sandy MacGregor, Brian Tracy, Sri
Sri Ravi Shankar, KH Asep Syamsudin, Harry Palmer, Maharishi Mahesh Yogi, Bill
Haris, Joe Vitale, John Assaraf, Wayne Dyer, Hale Dwoskin, dan lain-lain.
Teknologi ini juga merupakan paduan ilmu pengetahuaii terkini seperti
Neuroscience, Quantum Physics, Evolutionary Biology, Chaos Theory, Brain
Science, Science of The Mind dengan tuntunan bijak falsafah hidup dan
keagamaan.
Untuk pencapaian ikhlas seeara cepat dan praktis, Katahati Insititute
menggunakan aplikasi teknologi Alphamatic DigitalPrayer. Ini adalah teknologi
digital yang memungkinkan seseorang mengelola gelombang otaknya menjadi
selaras sesuai dengan kepentingan yang diinginkan dengan menggunakan media
audio (compact disc) yang direkam secara khusus.
Katahati Institute juga melakukan berbagai pelatihan bcrkaitan dengan
Teknologi Ikhlas tersebut. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi
Katahati Institute (021-7407400, 7406800, dan website: e-katahati.org). * HL
NIRMALA
(Oktober 2005 -
Laporan Utama)
MENCAPAI IKHLAS DENGAN TEKNOLOGI
Hati yang ikhlas tak hanya menjauhkan kita dari stres dan penyakit. Tapi juga
membuat hidup dipenuhi kedamaian, rasa syukur, dan berkah yang tak ada
habisnya. Menariknya, mencapai ikhlas kini ada teknologinya.
IKHLAS bukanlah kata yang asing bagi kita. Karena ajaran agama juga mengajak
kita untuk selalu ikhlas, baik dalam beribadah maupun dalam hidup. Tapi berapa
banyak orang yang bisa menghayati makna ikhlas sampai ke dalam lubuk hatinya?
Padahal sebenarnya, ikhlas adalah bagian terpenting dari pencapaian manusia.
Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan, yang
memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan. Ikhlas terletak pada niat di
dalam hati. Karena itu belajar ikhlas bisa berarti belajar melihat dengan hati,
mendengar dengan hati, dan tentunya mengikuti kata hati. Kedengarannya memang
mudah saja, karena sejak kecil kita sudah sering mendengarnya dari lagu,
nasihat orang tua, atau kata-kata para bijak. Hanya saja, kita tidak pernah
tahu bagaimana cara mencapainya.
Menuju kesempurnaan sebagai manusia
Menurut Erbe Sentanu yang biasa dipanggil Nunu, pendiri Katahati Institute di
Jakarta yaitu sebuah lembaga yang mengajarkan tentang ikhlas, teknologi ikhlas
Katahati merupakan program aplikasi praktis pertumbuhan dan pengembangan diri
manusia Indonesia. Teknologi ini merupakan hasil pergulatan panjang proses
pencarian dan percobaannya selama hampir 20 tahun, yang secara otodidak
menggeluti dunia pengem¬bangan diri (self development).
la menggabungkan semua kekuatan budaya Timur dan Barat, serta ilmu pengetahuan
dan agama yang dipela-jarinya, secara langsung melalui para jenius dari
berbagai bidang dan latar belakang seperti Deepak Chopra, Sandy MacGregor,
Brian Tracy, Shri Shri Ravi Shankar, Harry Palmer, Maharishi Mahesh Yogi, dan
masih banyak lagi. Teknologi ikhlas ini merupakan perpaduan dari Neumscience,
Quantum Physics, Evolutionary Biology, Chaos Theory, Brain Science, juga
Science of the Mind dengan tuntunan bijak falsafah hidup dan keagamaan.
Menurut Nunu, kesulitan mempelajari ikhlas adalah karena demikian sederhananya,
sehingga pikiran kita malah sulit untuk mencerna. Selain itu, ikhlas memang
aktivitas hati sehingga untuk memahaminya kita harus mengistirahatkan pikiran
dan mulai berlatih menggunakan hati. Jelasnya memindahkan kesadaran kita dari
otak ke dalam hati.
Dan mencapai ikhlas, sekaligus kembali kepada fitrah dasar manusia sebagai
ciptaan Tuhan yang paling mulia, ternyata tekniknya sederhana saja. Yang perlu
dilakukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidakmuliaan manusia yang sempat
terprogram di dalam hati atau bawah sadar. Sifat ketidaksempurnaan ini terdiri
dari berbagai nafsu yang menimbulkan perasaan serba tidak cukup, kekurangan,
takut sukses atau sebaliknya, merasa lebih dari yang lain sekaligus takut
gagal, dll. Dengan membersihkan sifat-sifat ketidaksempurnaan tersebut, maka
secara otomatis kita akan kembali merasa dan mulai menikmati hidup yang penuh
dengan kesempurnaan. Untuk sampai ke kesempurnaan hidup ini, kita bisa
memulainya de¬ngan mengenali perasaan-perasaan kita.
Perasaan adalah energi
Lebih jauh, Nunu juga menjelaskan bahwa pada dasarnya perasaan adalah energi
yang bergerak. Sifat energi adalah kekal, karena itu tidak bisa dimusnahkan,
tapi dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain. Atas dasar itu, kita bisa
mengenali, menyadari, dan mengelola perasaan-perasaan kita. Dan satu hal
penting yang perlu kita sadari adalah bahwa perasaan juga merupakan kunci
untuk memahami diri kita dan menemukan diri yang sejati.
Menurut Nunu, sebaiknya kita selalu melakukan segala sesuatu hanya dengan
perasaan damai, menerima, dan berani. Karena itu akan membuat kita lebih
bahagia dan efektif dalam kehidupan maupun karier.
Tapi apa yang bisa dilakukan ketika kita terjebak oleh perasaan negatif.
Biasanya yang dilakukan orang adalah mengabaikannya, dengan cara melakukan
hal-hal lain yang dianggap lebih menyenangkan. Sayangnya, perasaan yang
diabaikan ini hanya akan bersembunyi di alam bawah sadar dan suatu saat akan
muncul kembali ke permukaan. Perasaan itu tidak akan lenyap sebelum dibebaskan.
Begitu juga kalau perasaan negatif tadi kita ungkapkan atau ekspresikan
langsung. Biasanya justru akan mendatangkan masalah yang baru, contohnya jika
kita menonjok orang yang membuat kita kesal, hasilnya hanyalah orang itu akan
membalas menonjok kita. Atau kalau tidak berani membalas, mungkin dia akan
marah-marah. Jadi yang terbaik adalah dengan mengikhlaskan atau membebaskan
perasaan itu. Dengan begitu, energi itu akan lenyap dan menyatu dengan diri
kita. Rasa tak nyaman yang menyertainya pun akan lenyap.
Mengenai tekniknya, Nunu menyebutnya sebagai meditasi rasa. Meditasi ini bisa
kita lakukan setiap saat dan bermanfaat untuk membebaskan kita dari
energi-energi negatif yang membuat kita merasa tidak nyaman dan berpotensi
menimbulkan penyakit. Sehingga akhirnya dalam hati akan muncul perasaan bebas,
ringan, dan benar- benar plong. Kita pun jadi mampu berpikir lebih jernih dan
melihat tujuan hidup dengan lebih jelas.
Damai dan bahagia karena ikhlas
Satu hal yang pasti, keikhlasan akan mendekatkan manusia kepada kebahagiaan.
Karena kebahagiaan sejati, yang merupakan salah satu getaran tertinggi di alam
semesta, hanya bisa diternukan di dalam hati yang ikhlas. Begitu pula dengan
kedamaian dan kesuksesan yang sejati. Jadi, sia-sia saja jika kita masih
berusaha mencarinya di luar diri dengan memuaskan segala keinginan dan
menutupi ketidakcukupan yang tidak berujung.
Semua itu bisa dibuktikan dengan pengalaman para alumni Katahati
yang telah mempraktikkan ikhlas dalam kehidupannya sehari-hari. Pada umumnya
mereka semua memperlihatkan perubahanyang positif dalam kehidupannya. Simak
saja penga¬laman Rani Badrir, seorang aktivis LSM yang tadinya perokok berat,
setelah ikhlas ia menjadi mampu berhenti merokok dengan sendirinya. Juga Ferdi,
pria muda yang sudah sedemikian lama tidak mampu memaafkan ayahnya karena
masalah berat di antara mereka, setelah ikhlas menjadi begitu mudah memaafkan.
Tak terhitung jumlah mereka yang mendapatkan kemudahan dalam hidup maupun
kesuksesan dalam berusaha. Atau, terbebas dari masalah keluarga yang telah
berlangsung lama. Begitu juga peningkatan dalam hal kesehatan, karena secara
otomatis muncul pula kesadaran untuk mempraktikkan pola hidup dan pola makan
yang sehat.
Yudhi Sujana, seorang instruktur di Katahati juga menuturkan pengalamannya
ketika membantu seorang ibu menurunkan berat badannya. Ibu tersebut telah lama
berusaha menu¬runkan berat badannya dengan ber-bagai cara tapi tak satu pun
yang bisa berhasil membuatnya langsing. Kalau-pun berhasil biasanya tidak bisa
bertahan lama. Tapi dengan ikhlas, kini tubuhnya justru bisa menjadi langsing
dan hal itu bersifat permanen.
Nampaknya ikhlas memang tidak cukup hanya kita baca dan kita mengerti saja.
Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempraktikannya dalam kehidupan
sehari-hari, setujukah Anda?(N)
NIRMALA
(Mei 2005)
PENYEMBUHAN DENGAN DOA
Berdoa yang efektif ternyata ada aturannya. Teknologi modern sangat membantu
membuat doa-doa kita secara ajaib lebih mudah dan lebih cepat terjawab.
Larry Dossey, M.D seorangdokter dari Texas, Amerika, dalam bukunya Healing
words: The Power of Prayer and The Practice of Medicine dan Prayer is Good
Medicine mengatakan bahwa sudah banyak penelitian bersifat ilmiah yang
dilakukan para ahli untuk mengetahui pengaruh doa dalam penyembuhan. Sebagian
besar dari penelitian tersebut memperlihatkan bahwa doa memang memiliki efek
penyembuhan. Tak heran jika kini doa menjadi bagian yang penting dalam
pengobatan modern.
Masih menurut Dossey, seorang peneliti senior dari National Institute for
Healthcare Research di Rockville, Maryland, bernama David B. Larson M.D., juga
pernah meneliti hubungan antara sikap spiritual dan kesehatan. Menurut Larson,
berdoa secara teratur membantu mencegah datangnya penyakit yang bersifat fisik
dan mental. Juga membantu kita menghadapi penyakit secara efektif.
Masalahnya sekarang, doa yang bagaimana yang bisa membantu menyembuhkan atau
mencegah datangnya penyakit? Karena diakui atau tidak, doa yang terus kita
panjatkan ternyata tidak semuanya langsung dikabulkan. Atau kalau pun segera
terkabul, ternyata tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Jadi jelasnya,
bagaimana cara berdoa yang baik dan benar?
Terjawab tak selalu berarti langsung dikabulkan
Menurut Erbe Sentanu atau biasa dipanggil Nunu dari Katahati Institute, sebuah
lembaga yang mengajarkan teknik berdoa yang efektif, ada aturan-aturan
tertentu yang harus diikuti agar suatu doa bisa lebih cepat terjawab. Terjawab
di sini maksudnya bisa bermacam-macam. Bisa saja seseorang dibelokkan dari apa
yang dimintanya atau justru dihentikan sama sekali dari apa yang diinginkan.
Terkadang seolah 'disuruh' menyempurnakan isi doanya dulu baru dikabulkan.
Atau bisa juga secara instan langsung dikabulkan persis sesuai dengan yang
diinginkan dalam waktu yang sangat singkat. Yang terakhir ini sering sekali
terjadi pada mereka yang sudah mempelajari aturan berdoa yang efektif.
Mengenai ukuran dari efektif tidaknya suatu doa, Nunu menjelaskan bahwa hal
itu langsung bisa dilihatdari perubahan yang terjadi dalam kondisi kesehatan
atau kehidupan seseorang. Bandingkan saja kondisi kesehatan dan kehidupan
orang tersebut ketika berdoa dengan cara yang lama dan setelah menggunakan
cara yang efektif.
Tapi dengan semakin efektifnya doa seseorang, Nunu juga mengingatkan untuk
semakin mewaspadai apa yang ada dalam pikiran dan dalam hati karena semuanya
akan menjadi lebih mudah mewujud. Berdasarkan pengalaman dari mereka yang
pernah belajar, antara apa yang diminta dalam doa dan realitanya semakin lama
menjadi semakin dekat. Apa yang kemarin diminta bisa saja hari ini sudah
didapat. Apa yang baru kemarin dipertanyakan, hari ini sudah terjawab.
Sehingga pada akhirnya, mereka menjadi semakin yakin bahwa manusia memang
diciptakan sebagai mahlukyang paling sempurna.
Mengenai teknik yang diajarkan Nunu, sebenarnya bukan sesuatu yang sangat
asing bagi kita. Pada dasarnya, syarat dari doa yang efektif itu di antaranya
adalah bahwa doa tersebut harus diucapkan dengan khusyuk, isi doanya jelas dan
apa yang terucap secara lisan harus sesuai dengan apa yang dibayangkan dan apa
yang dirasakan di dalam hati. Kedengarannya memang mudah, tetapi yang menarik
disini adalah cara mempratikannya yang tidak biasa, sehingga hasilnya pun
sering kali di luar dugaan.
Karena itu menurut Nunu, bila suatu saat kita merasa hidup tidak berjalan
sesuai dengan yang kita inginkan, mungkin perlu dicek kembali, apa saja doa
yang telah lama mengendap di batin.
Mencapai khusyuk bisa dilatih
Khusyuk adalah kondisi yang rileks, fokus, dan penuh konsentrasi. Doa yang
efektif adalah doa yang dipanjatkan dengan sikap khusyuk supaya bisa masuk ke
batin bawah sadar. Doa tersebut juga harus berupa niat yang sangat kuat
sehingga betul-betul menempel di batin bawah sadar. Mencapai kondisi khusyuk
ini perlu dikuasai sebagai suatu keterampilan yang bisa didapat melalui
latihan. Menurut Nunu, yang perlu dilatih dalam hal ini adalah otak, yaitu
mengaktifkan meditative brain atau otak yang selalu berzikir (dalam keadaan
meditatif).
Dalam meditasi, teknologi DigitalPrayer bisa membantu mempercepat memasuki
keadaan meditatif.
Bagi orang yang terbiasa bermeditasi atau tenggelam dalam dzikir, mencapai
kondisi khusyuk sangatlah mudah. Namun bagi yang masih sulit mencapai
khusyuk, kini bisa menggunakan alat bantu yang disebut teknologi
DigitalPrayer. Alat ini berupa CD brainwave management (pengaturan gelombang
otak) berisi suara-suara alam seperti air mengalir, gelombang samudra yang
naik turun, atau kicau- burung yang telah diracik menggunakan teknologi audio
yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan kesadaran
tertentu. Mendengarkan CD ini secara teratur bisa melatih otak untuk bekerja
sama antara satu sisi dengan sisi lainnya, sehingga bisa memasuki kondisi
khusyuk secara cepat dan memiliki kemampuan konsentrasi yang lebih baik.
Tentunya latihan ini juga memunculkan kemampuan untuk melakukan relaksasi
secara alami. Karena dalam kon¬disi yang sinkron dan seirama, otak akan
mengeluarkan hormon endorphine lebih besar sehingga timbul rasa nyaman dan
nikmat (hormon endorphine di dalam tubuh memang bekerja seperti morfin).
Isi doa harus jelas dan spesifik
Pada dasarnya doa adalah rangkaian pikiran yang kita kemas dan kita kirimkan,
kata Nunu. Jika seseorang telah berhasil memasuki kondisi khusyuk yang dalam,
maka segala yang terucap atau bahkan terpikirkan akan cenderung mudah mewujud.
Doa menjadi nafasnya setiap saat dan setiap helaan nafas adalah doanya.
Padahal semua pengalaman, kejadian, keadaan, dan pekerjaan yang kita kerjakan
selama ini, adalah kreasi dari alam bawah sadar terhadap pikiran. Segala
sesuatu yang kita pikirkan, kita rencanakan, kita renungkan, pada akhirnya
akan direspon oleh bawah sadar. Kalau itu kita lakukan terus menerus, maka
batin bawah sadar akan bekerja dan membuahkan hasil. Maka hidup pun menjadi
perwujudan doa. Hal itu berlaku pada pikiran yang baik maupun yang buruk.
Karena batin bawah sadar bekerja seperti robot yang tidak mampu membedakan
baik dan buruk.
Karena itu menurut Nunu, bila suatu saat kita merasa hidup tak berjalan sesuai
dengan yang kita inginkan, mungkin perlu dicek kembali, apa saja doa yang
telah lama mengendap di batin bawah sadar kita. Bisa jadi ada program yang
tidak mendukung yang tanpa sengaja masuk ke batin bawah sadar kita dan dari
dalam 'menjegal' rencana-rencana hidup yang telah kita susun dengan baik. Dan
akhirnya menjadi penyebab dari kegagalan, kekecewaan, dan ketidakbahagiaan
hidup kita.
Sebagai contoh yang mudah adalah, bila penghasilan kita besar tetapi cepat
sekali habis, uang tabungan pun tak pernah terkumpul banyak. Barangkali di
batin bawah sadar kita secara tak sengaja pernah masuk program 'sulit menabung'
atau 'membenci orang kaya'.
Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang kita buat sebaiknya disusun dengan
benar. Aturannya yaitu harus berbentuk kalimatyang positif, berlaku sekarang,
bersifat pribadi, persisten (sering diulang) dan dengan hasrat yang menyala.
Dengan begitu, batin bawah sadar akan merespon dengan mudah sesuai dengan yang
kita inginkan. Itu sebabnya orang bijak sering mengatakan bahwa alam semesta
hanya akan membukakan jalan bagi orang yang tahu tujuan hidupnya.
Yang terucap dan yang terasa di hati harus sinkron
Apa yang ada di hati dan yang diucapkan ketika berdoa harus sejalan. Karena
doa bukan hanya aktivitas mulut. Jadi misalkan Anda sudah berdoa dengan cara
yang benar, tetapi tidak ada efeknya dalam kehidupan, barangkali inilah yang
perlu diperhatikan. Jika Anda berdoa memohon sesuatu dengan penuh rasa takut
disertai bayangan buruk dan kekhawatiran doa itu tidak akan dikabulkan,
biasanya itu jugalah yang akan terjadi.
Karena itu, bila menginginkan kesembuhan, sambil berdoa sebaiknya Anda
membayangkan segala sesuatu yang bisa Anda lakukan di kala sehat. Dalam
hati juga harus terpateri keyakinan bahwa Anda memang pantas dan bisa menjadi
sehat kembali. Kalau yang dirasakan dalam hati justru bahwa penyakit Anda
sudah sedemikian beratnya sehingga kecil kemungkinannya untuk sembuh atau
bahkan tak mungkin sembuh, sama saja dengan mendoakan bahwa kemungkinan sembuh
Anda kecil.
Rasa syukur adalah doa terbaik
Langkah yang satu ini barangkali tidak mudah dijalankan, tetapi sangat penting
yaitu membentuk sikap yang selalu bersyukur. jika dalam doa kita selalu
mengucapkan syukur, sama artinya kita menanamkan keyakinan pada batin bawah
sadar bahwa semua keinginan kita telah terpenuhi.
Kita harus ingat bahwa batin bawah sadar kita tidak mampu membedakan antara
imajinasi dan realita. Sekali bawah sadar menerima suatu gagasan, maka dia
akan mulai bekerja untuk membuat segala yang kita pikirkan atau bayangkan
menjadi suatu kenyataan. Batin bawah sadar bekerja selama 24 jam terus menerus.
Ketika kita tidur pun batin tidak tertidur, tetapi bekerja mewujudkan segala
hal yang kita rancang dan kita pikirkan. Dan hasilnya terkadang begitu tak
kita duga sehingga seringkali kita namakan keajaiban. (N)
HEALTHY LIFE
(April 2005 - Healthy Mind & Soul)
KETIKA HATI SEBENING KACA..
Bila hati bisa kita jernihkan dari tumpukan emosi yang tidak perlu, dia akan
kembali sebening kaca dan mampu kedamaian, kemudahan, dan keindahan hidup.
Emosi adalah kunci untuk menemukah diri yang sejati. Ironisnya, kebanyakan
masalah yang kita temui dalam hidup disebabkan oleh emosi. Contohnya,
pernahkah Anda merasa uring-uringan (atau 'bete', kata anak zaman sekarang)
yang berkepanjangan? Seringkah Anda merasa tak nyaman karena perasaan Anda
campur-aduk tak karuan?
Itu suatu pertanda Anda sulit mengenali, menyadari, dan mengelola setiap
perasaan yang tengah An¬da alami. Bagaimana cara Anda menghilangkan perasaan
negatif: berusaha memendamnya rapat-rapat, melupakannya, atau melampiaskannya
kepada orang lain? Meski emosi telah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari
setiap manusia, tak semua orang bisa menerima, mengakrabi, apalagi mengelola
emosi mereka sendiri. Padahal, mengutip pendapat Daniel Goleman dalam buku
Emotional Intelligence, salah satu tanda kecerdasan emosional adalah mampu
memonitor apa yang kita rasakan dari momen ke momen un¬tuk memperoleh wawasan
psikologis dan pemahaman terhadap diri sendiri.
PETA EMOSI
Perasaan atau emosi (dari bahasa Inggris "emo¬tion"), sebenarnya merupakan
energy in motion atau energi yang bergerak. Sifat energi adalah dinamis dan
kekal; ia tak dapat dimusnahkan, melainkan hanya dapat diubah menjadi bentuk
energi yang lain. Perasaan manusia timbul kala energi di dalam dan di sekitar
dirinya bergerak. Energi inilah yang menjadi 'nyawa' laku kita, mewarnai
pikiran, membentuk mimpi, memperkaya hubungan insani, dan menyedi-akan bahan
baku bagi daya cipta manusia. Energi ini sebenarnya adalah bagian dari diri
kita, yang biasanya tak kita sadari keberadaannya sampai ia muncul men¬jadi
sesuatu yang kita kenal sebagai 'emosi'.
MEMPERMUDAH HIDUP
Brian Tracy berkata, bila kita menjadikan kedamaian sebagai tujuan tertinggi
serta membuat semua kegiatan, keputusan, dan perilaku berdasarkan tujuan ini,
maka kita akan lebih bahagia dan efektif dalam kehidupan dan karier. Dengan
menerapkan teknologi ikhlas secara teratur, Anda akan menemukan kedamaian
serta kehidupan yang lebih mudah dan menyenangkan secara alamiah.
Rasa damai sebetulnya selalu ada di hati manusia, meski seringkali ia tersamar
oleh emosi-emosi lain. Kedamaian merupakan hal yang operasional dan bisa
dilatih. Setiap kali kita memusatkan perhatian pada kedamaian hati, secara
alamiah ia akan tumbuh, berkembang, serta melepaskan kebuntuan yang kita alami.
Menurut Paul R Scheele, bila kita dapat melepaskan konflik-konflik dalam
pikiran, emosi, dan perilaku, kita akan dapat mencapai performa terbaik kita
seba¬gai manusia. Anda pun akan menemukan kembali apa yang paling didambakan
hati.
NIRMALA
(Agustus 2005)
EMOTIONAL HEALING TECHNOLOGY
Menghapus luka batin, masalah traumatis, hingga keyakinan negatif, kini bisa
dilakukan sendiri secara praktis, dengan bantuan teknologi.
SELAMA kita masih sering terjebak dalam emosi-emosi negatif seperti marah,
sedih, benci, takut, atau cemas, berarti kita masih jauh dari ketenangan,
kebahagiaan, dan kedamaian hati yang didambakan setiap orang. Karena
emosi-emosi negatif itu akhirnya menjadi selubung di dalam hati dan membuat
kita sulit untuk berbahagia.
Selain itu, memendam berbagai perasaan negatif juga dapat membuat kita sakit.
Carl Simonton, seorang dokter dari Texas, AS, yang banyak meneliti tentang
kanker menemukan bahwa kebanyakan penderita kanker memiliki kecenderungan
untuk memendam kebencian, rasa enggan memberi maaf, dan kecenderungan
mengasihani diri sendiri.
Barangkali Anda pun pernah menemukan wanita-wanita yang tiba-tiba menderita
penyakit kronis seperti serangan jantung koroner atau kanker, tak lama setelah
berpisah dengan pasangannya, baik karena meninggal, perceraian, atau
sebab-sebab lainnya. Atau, mungkin Anda pernah membaca mengenai kasus seorang
remaja yang menderita penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah
berulang kali diobati, tak lama setelah pindah sekolah. Atau mungkin Anda
pernah menemukan orang-orang yang mengeluh kesakitan tanpa penyebab fisik yang
jelas.
Antara pikiran, perasaan, dan kondisi sel-sel di dalam tubuh kita memang
berhubungan. Dan kenyataannya, banyak masalah kesehatan atau penyakit fisik
memiliki akar permasalahan pada perasaan atau emosi yang kebanyakan sudah
tidak kita ingat lagi. Karenanya, kondisi itu seperti ‘melekat’ pada sel di
tubuh kita dan sulit untuk dihilangkan.
Karena itu, orang yang mampu berdamai dengan diri sendiri dan lingkungannya
akan cenderung lebih sehat, damai, dan bahagia. Itulah sebabnya keterampilan
membersihkan diri dari berbagai emosi negatif sangat penting untuk dikuasai.
Hal itu sekarang bisa semakin mudah dilakukan. Karena kini sudah ada teknologi
yang memungkinkan kita menghapus sendiri luka batin, trauma masa lalu, juga
pikiran dan keyakinan negatif dengan mudah dan dalam waktu yang singkat.
Dua orang tokoh peningkatan kesadaran kesehatan dan kesuksesan hidup, yaitu
Erbe Sentanu dan Reza Gunawan, masing-masing dari Katahati Institute dan True
Nature Holistic Healing, Jakarta, secara khusus bekerja sama menciptakan suatu
alat bantu penyembuhan (cellular healing tools) yang istimewa dan efektif.
Alat ini merupakan gabungan antara energy psychology dan brainwave management
technology. Sebuah terobosan teknologi pendukung proses penyembuhan yang belum
pernah dibuat sebelumnya.
Energy psychology merupakan teknik baru yang efektif untuk mengatasi
masalah-masalah psikologi dan spiritual, mulai dari fobia, trauma, hingga
meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja serta kreativitas. Caranya yaitu
dengan menyeimbangkan medan energi seseorang, yang selama ini lebih dikenal
sebagai aura, cakra, dan meridian.
Sedangkan brainwave management (pengaturan gelombang otak) adalah suara-suara
alam yang telah diracik dalam CD (compact disc) dengan menggunakan teknologi
audio yang khusus didesain untuk menghasilkan kondisi-kondisi otak dan
kesadaran tertentu.
Dengan alat bantu berupa CD tersebut, menghapus luka batin atau pengalaman
traumatis bisa kita lakukan sendiri dengan mudah, semudah menekan tombol
“play” pada CD player. Begitu juga dengan menghapus pikiran dan keyakinan
negatif yang selama ini menjadi penghalang sukses dalam karier maupun
kehidupan sosial. Pikiran dan keyakinan negatif tersebut seringkali sudah kita
sadari namun sulit dihilangkan. Manfaat lain dari mendengarkan CD tersebut
adalah segera mencapai relaksasi dan terbebas dari stres. (N)
Other articles
Holistic Success
Spirituality
Enlightened Human Capital
 
www.e-katahati.org
|